About diDDi AGePhe


Silahkan klik Video Profile diDDI AGePhe ini :

diDDi AGePhe (Didi AGP) adalah salah seorang penata musik yang namanya sering kita lihat pada beberapa sinetron dan film sebagai ilustrator musik. Musikus ini dikenal sebagai komponis bernuansa kontemporer elektronik. Beberapa karya ilustrasinya pernah masuk sebagai nominasi dalam ajang FFI tahun 1992 lewat film Nada & Dakwah,Rini Tomboy.
diDDI dikenal sebagai ikon musik Etno Techno, itu karna dia intens mengerjakan proyek musik yang sarat dengan nuansa electronic futuristik maupun musik etnik tradisi indonesia dimana dia merangkap sebagai pemain perkusi sekaligus suling-suling tradisi. 
 Karya-karya saya juga dipakai sebagai ilustrasi musik di film-film layar lebar dan sinetron. Mungkin salah satunya pernah Anda tonton,” ujarnya. diDDI, adalah musisi dan komponis senior. Karya musiknya telah menghiasi lebih dari 1200 episode sinetron yang diputar di beberapa stasiun televisi nasional serta lebih dari 32 film layar lebar, Di antaranya ; sinetron Jinny Oh Jinny, Pernikahan Dini, Suster Ngepot, Samson , Dua Pelangi, Lika-liku laki-Laki ,Duyung Kembar,Sinema Komedi, Layar Komedi, Kanan Kiri Oke ,Garda Pati dan banyak lagi..
BIO
Lahir : Jakarta, 1 September 1962
Pendidikan :
-I K J jurusan Komposisi Musik dan Kontra Bass.
-I.K.I.P Jurusan Musik. diDDI pernah belajar komposisi secara private pada Slamet Abdul Syukur,Juga belajar pada Jack Lesmana (alm.) dan Elfa Secioria(alm.) untuk musik Jazz.
Dia banyak mendapat bimbingan dari I Gusti Kompyang Raka , I Wayan Diya, dan Eppi Martison untuk musik tradisi.
Profesi : Music Producer, Sound healer, Composer, Extraordinary Consultants, Fasilitator  kelas Pemberdayaan diri.

Belajar dari 8 Tareqat Islam hingga ilmu Makrifatullah, Buddha Zen, Pangestu, Kejawen dan  Kajian Tasawuf. 
Belajar Hypnotherapi dari Yan Nurindra, Belajar NLP dari Totok PDY.
Belajar pertama Meditasi dari ayahanda M Soenjoto, 
Belajar Spiritual Technology dari Carol Saito , dan banyak guru .


Saat ini banyak berbagi pengetahuan pemberdayaan diri melalui Frekwensi , Vibrasi, Resonansi dan Bunyi di berbagai perguruan tinggi, International Spiritual and Wellness Festival, Indonesia Hypnosis Summit, Indonesia NLP Summit, Compassion Festival, Namaste Festival,  perusahaan, instansi dan juga di berbagai Komunitas .



The Power of Sound Extraordinary Workshop




diDDI AGePhe di kelas The Power of Belief
Adira Finance
 


Novotel Mangga Dua 5 juni 2013.




diDDi AGePhe total saat berbagi cahaya.




Karya Komposisi di Film diantaranya :
Sule Ay Need You(2012) , Musik Untuk Cinta(2012),  Jangan Bilang Siapa-Siapa (1989), Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990), Gonta Ganti (1990),
Blok M (1990), Babad Tanah Leluhur I (1990), Ikut-Ikutan (1990), Curi-Curi Kesempatan (1990), Gampang-Gampang Susah (1990), Nada dan Dakwah (1991), Tutur Tinular II (1991), Rini Tomboy (1991), Akal-Akalan (1991), Pesta (1991), Si Rawing (1991), Kabut Asmara (1994), Kapan di Dalam Kapan di Luar (1994) dan masih banyak lagi.

Profesi : Music Producer, Sound healer, Composer.
Karya Komposisi di Film diantaranya :
Sule Ay Need You(2012) , Musik Untuk Cinta(2012),  Jangan Bilang Siapa-Siapa (1989), Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990), Gonta Ganti (1990),
Blok M (1990), Babad Tanah Leluhur I (1990), Ikut-Ikutan (1990), Curi-Curi Kesempatan (1990), Gampang-Gampang Susah (1990), Nada dan Dakwah (1991), Tutur Tinular II (1991), Rini Tomboy (1991), Akal-Akalan (1991), Pesta (1991), Si Rawing (1991), Kabut Asmara (1994), Kapan di Dalam Kapan di Luar (1994) dan masih banyak lagi.

Karya Komposisi di Film diantaranya :
Sule Ay Need You(2012) , Musik Untuk Cinta(2012),  Jangan Bilang Siapa-Siapa (1989), Nanti Kapan-Kapan Sayang (1990), Gonta Ganti (1990),
Blok M (1990), Babad Tanah Leluhur I (1990), Ikut-Ikutan (1990), Curi-Curi Kesempatan (1990), Gampang-Gampang Susah (1990), Nada dan Dakwah (1991), Tutur Tinular II (1991), Rini Tomboy (1991), Akal-Akalan (1991), Pesta (1991), Si Rawing (1991), Kabut Asmara (1994), Kapan di Dalam Kapan di Luar (1994) dan masih banyak lagi.



diDDI AGePhe menggarap single untuk Group Komedi terkenal dari Opera Van Java
dengan nama baru Cita Citaku


 Dalam musiknya diDDI kerap menggarap karya untuk tari, maupun musik modern. diDDI pernah tergabung dalam kelompok avant garde Indonesia bersama Frankie Raden, Suka Hardjana, Slamet Abdul Syukur,Tonny Prabowo,Otto Sidharta dan beberapa komponis lainnya. Mereka kelompok Asosiasi Komponis Indonesia(AKI) yang sangat kritis dan peduli dengan perkembangan musik diluar musik industri & pop komersial.Dalam dunia musik industri diDDI terasa sungkan mendekati piramida terbawah ,itupun tampak dari albumnya yang bertajuk DiGiTaL AUDiO NaTioN (DauN) sebuah album etno techno yang pernah masuk untuk 3 nominasi AMI award.Bagi kalangan penikmat musik seni, maupun musik serius nama diDDI tidaklah asing.


Menikmati alunan musik diDDI, membawa kita ke nuansa yang lain. Sesuai dengan aliran yang dipilihnya, avant garde. Arnold schoenberg, Bela Bartok, Modest Mussordgsky, Maurice Raffael , Phillipe Glass, John Cage, John Mc Laughlin, Jean Michelle Jarre , Jaco Pastorius, Chick Corea ,Ki Narto Sabdo adalah sebagian komponis inspiratornya. Dalam bermusik, selain menggunakan instrumen musik modern, dia juga kerap melibatkan beberapa peralatan di luar musik seperti panci, galon air mineral, sapu lidi ,peralatan rumah tangga ,soundscape (suara alam ) bahkan yang terakhir digalinya adalah ”SUARA SEJATI TUBUH (SST)”. Dimana diDDI merasakan pengalaman yang dahsyat disaat mendengarkan iNNeR VoiCE (SST) yang telah berhasil menghantarnya ke Inner Journey, sebuah perjalanan menuju inti diri, salah satu puncak dari Spiritual Journey. Sejak 1987 diDDI banyak mengolah musik untuk keperluan meditasi bagi kepentingan pribadinya.Namun di awal tahun 2007 dia mulai serius berbagi musik meditasi komposisinya kepada para sahabat-sahabatnya yang tergabung di komunitas ”PraBBu ShaTmaTA” dimana ia kerap memandu perjalanan spiritual bagi para sahabatnya.Musik –musik meditasi karyanya banyak yang bermuatan kandungan lokal nusantara,oleh karna itu di namakan ”NU-SOUNDTARA”,jenisnya ada yang berupa Brainwave maupun Subliminal . diDDI AGePhe merupakan pelopor komponis musik meditasi di Indonesia.

 

 Membicarakan spiritual menjadi kurang lengkap jika melewatkan album ”NEO SPIRITUAL JOURNEY”(2007) sebuah proyek yang didukung 30 personal yang bernama diDDI QAWALI dengan muatan etno techno dari Tibet, China, India,Aceh,Minangkabau,Sunda,Jawa,& Bali.Harmonisasi musik nan apik yang dimainkan dari instrumen musik elektrik, akustik serta bunyi-bunyian nonmusik, menghasilkan sebuah karya musik yang sarat akan nuansa. Sayang, tidak semua orang bisa mendengar musik jenis ini. Meski enggan memasuki pasar musik awam , diDDI adalah sosok yang popular.

bareng Erwin Gutawa dan Fariz RM.

“Saya memang tidak membuat album pop.Tapi pernah bekerja sama dengan teman teman seperti Addie M.S, Fariz RM ,Utha Likumahua,Titi DJ,Vina Panduwinata,Indra Lesmana,Dian HP ,Eet Sahranie,Tohpati AH,Rita Efendie,Nugie,dll.Dia juga pernah menyabet favorite arranger pada festival lagu pembangunan yang tahunnya sudah lupa, hal ini mungkin yang membuat dia dijuluki sebagian temannya sebagai Multimedia Composer.Komponis dengan ranah penjelajahan musik yang sangat luas,,yakni dari Avant Garde sampai dengan Jazz, Pop, Scoring Music (movie soundtrack), Etno Techno, hingga Meditation Music, Brainwave Music dan Subliminal Music.








 Rekaman Orchestra : Film "Musik Untuk Cinta" diDDi AGePhe sebagai Music Director.


Rekaman Vokal Sule untuk film "Sule Ay Need You"' diDDi AGePhe sebagai Music Director.


Menurut suami dari Lola Maris Astiadi ini, ada kerinduan bathiniah untuk menciptakan musik spiritual nan apik yang digali dari Tanah Air. “Ini bukannya pencapaian saya di musik komersial berakhir. Namun, kerinduan rohani untuk berkarya di musik spiritual,” ujarnya.Paling tidak hal ini telah dibuktikannya dengan terciptanya 12 album meditasi musik NU-SOUNDTARA , dua diantaranya sudah edar di pasar global.



Instagram








Tidak ada komentar: