12/26/2012

Pagelaran Kolosal ‘Golden Path of Love’ Puncak Acara Perayaan Ulang Tahun Emas WWF-Indonesia



































Rangkaian acara perayaan ulang tahun emas WWF-Indonesia yang digelar di selasar Teater Jakarta Taman Ismail Marzuki sejak tanggal 16 Desember 2012 telah memasuki puncak acara pada tanggal 21 Desember lalu.  Selama tiga hari berturut-turut  pada 21-23 Desember), WWF-Indonesia menggelar sebuah pagelaran kolosal musik dan teatrikal, melibatkan lebih dari 200 penari, model, aktor dan aktris, penyanyi dan musisi dari berbagai genre serta tokoh konservasi yang tampil di atas satu panggung. Pagelaran yang bertajuk Golden Path of Love – Persembahan Cinta untuk Bumi” ini dikemas berdasarkan naskah cerita yang merefleksikan perjalanan konservasi WWF di Indonesia selama 50 tahun, dengan balutan musik, tari dan teater yang menggugah.
“Misi pelestarian alam juga dapat dilakukan tidak hanya dengan terjun ke alam dan melakukan koservasi, tetapi juga dapat diekspresikan melalui seni sebagai media yang efektif untuk menginspirasi publik. Cerita yang kami coba tuturkan melalui pagelaran ini seluruhnya bersumber dari fakta dan kenyataan yang ada di lapangan, serta kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Indonesia”, ujar Devy Suradji, Direktur Marketing WWF-Indonesia.
Pagelaran berdurasi 120 menit dituangkan dalam 5 (lima) segmen penampilan, yang masing-masing segmen menampilkan penggalan musik, drama, tari, foto, film dan gelar busana. Setiap elemen pagelaran  tampak seolah dikreasi secara sadar sebagai medium ekspresi cinta terhadap kekayaan alam dan budaya nusantara, baik dari busana yang dikenakan, tata panggung, musik yang dilantunkan dan bahasa yang dituturkan, seluruhnya bertemakan alam.
Produksi pagelaran secara kolaboratif dilahirkan oleh Rani Badri Kalianda sebagai sutradara, penulis naskah dan penata artistik, Viky Sianipar dan Didi AGP untuk aransemen dan ilustrasi musik, Onny Koes Harsono untuk tata panggung, Ferry AS untuk tata cahaya, Budiwahono dan Anugrah Widyauntuk video mapping, Joko Histi Maryono dan Irlan Lexy untuk penata tari, Hendro Revco untuk penata rambut, Raden Sirait untuk penata busana, dan Jose R. Kurniawan untuk show director.  Sedangkan konsep awal pagelaran merupakan buah pikiran bersama perancang busana Raden Sirait dengan‘Kebaya for The World’-nya, CEO WWF-Indonesia Dr. Efransjah dan sang penata artistik Rani Badri Kalianda.
Ratusan penari dan model akan mendukung penampilan sederat artis, termasuk Rio Febrian, Jamaica Café, Topodade, Edo Kondologit, Rama Widi, Nungki Kusumastuti, Ubiet, Inne Febriyanti, Prisia Nasution, Max5, Asty Ananta, Adinia Wirasti, Tio Pakusadewo, Ardina Wirasti, Smitha Anjani, Andara Rainy, Putri Ayu, Shareena, Anneke Jody, Ratna Riantiarno, Sruti Perwati, Rio Silaen & Voice of Indonesia, Qory Sandioriva, Zivana Letisha, Agni Pratista, Kamidia Radisti, Luciana Zaluska, Kimmy Jayanti, Filantropi, Daniel Christianto, Duma Riris dan Paula Verhoeven.

Di antara para artis, turut tampil pula dua orang tokoh masyarakat penggalak pelestarian alam, yaitu Menteri Kehutanan Republik Indonesia Zulkifli Hasan, yang akan membacakan prosa menggugah bertajuk “Bumi adalah Ibu Kita” sebagai penampilan pembuka pagelaran. Sedangkan Inayah Abdurrahman Wahid akan berperan sebagai narator yang membacakan sinopsis kisah yang ditampilkan sepanjang pagelaran. Seluruh hasil penjualan tiket Pagelaran Golden Path of Love – Persembahan Cinta untuk Bumi” akan didonasikan sepenuhnya bagi upaya konservasi WWF-Indonesia di 27 wilayah konservasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

diDDi AGePhe, Tio Pakusadewo, Prisia Nasution, Raden Sirait, setelah latihan.

Tidak ada komentar: