1/05/2012

Menyembuhkan Diri dengan Terapi Frekuensi



Wardah Fazriyati | wawa | Sabtu, 3 Desember 2011 | 23:29 WIB

KOMPAS.com - Self healing menjadi solusi ampuh untuk mengatasi berbagai masalah, bahkan penyakit. Lebih dari 10 terapis atau healers dihadirkan di Namaste Jakarta International Yoga, Healing & Wellbeing Festival 2011, berlangsung 2-4 Desember 2011, di Sport Area Hotel Borobudur, Jakarta.

Satu di antaranya adalah terapis yang juga berprofesi sebagai komposer, Diddi Agephe. Diddi mengandalkan keahliannya meramu musik dan nada, sebagai salah satu metode self healing, yang dikombinasikan dengan teknik meditasi.

Pria 50 tahun yang memelajari berbagai teknik dan metode terapi penyembuhan diri sejak usia 25 ini menciptakan ragam nada untuk membantu individu menyembuhkan dirinya. Diddi bahkan telah menghasilkan sembilan album meditasi sebagai bagian dari terapi frekuensi yang disesuaikan dengan kebutuhan penyembuhan diri setiap orang.

Diddi mencipta ragam frekuensi suara dari kombinasi berbagai nada. Seperti nuansa musik Minangkabau untuk nilai kasih sayang, seni, keterbukaan, sosial, adaptasi dengan keadaan. Lain lagi dengan musik bernuansa Lombok untuk membangkitkan daya imajinasi. Ada juga frekuensi suara yang dihasilkan untuk membangkitkan gairah seks sekaligus juga mengatasi rasa cemas. Bahkan, komposer yang pernah sukses berkolaborasi dengan deretan musisi ternama dalam negeri ini juga menciptakan terapi frekuensi suara untuk menurunkan berat badan.

"Kebanyakan klien yang datang terapi adalah perempuan, namun porsinya hampir berimbang, 60 persen, sedangkan laki-laki 40 persen," jelasnya kepada Kompas Female di Jakarta, Sabtu (3/12/2011).

Mereka yang datang untuk menjalani terapi ini memiliki masalah yang beragam. Mulai masalah emosi, kepercayaan diri, masalah dalam hubungan berpasangan, ingin menurunkan berat badan, mereka yang kecanduan game, hingga masalah seks dan perilaku.

Diddi memulai 1,5 jam terapi dengan konsultasi. Terapi akan berhasil jika klien datang dengan kesadaran sendiri untuk memperbaiki diri atau keadaan. Kesadaran inilah yang kemudian menuntun seseorang untuk mengungkapkan masalah atau trauma yang dialaminya, fokus masalah yang ingin diselesaikannya.

"Agar terapi berhasil, perlu ada rasa saling percaya dan kerjasama antara terapis dan klien," katanya.

Setelah Anda mengungkapkan pokok masalah, terapis akan menggali lebih dalam persoalannya. Tugas terapis adalah membantu klien untuk mengenali lebih dalam sumber masalah.

Pada tahap ini, pekerjaan terapis mungkin terkesan mudah saja dan bisa dijalani siapa saja. Namun, untuk tahapan berikutnya, hanya Diddi yang bisa. Pengalamannya bersentuhan dengan musik, meditasi, hypnoterapi, penyembuhan diri menghasilkan sebuah teknik terapi yang unik.

Melalui frekuensi suara, Diddi membimbing klien untuk bermeditasi. Klien harus memakai headphone, dengan alunan nada yang disesuaikan kebutuhan atau berdasarkan masalah yang dihadapi kliennya. Diddi kemudian mengarahkan alam bawah sadar klien untuk mengkuti ucapannya. Penerimaan atas diri menjadi fokus utamanya. Klien akan dibimbing melalui suara untuk menghargai dan merasakan setiap bagian tubuhnya.

Diddi juga menggabungkan teknik zikir dan meditasi, dengan cara yang khas. Proses meditasi berlanjut dengan pose bersila dan mata terpejam. Di penghujung meditasi, Diddi mengarahkan kliennya melalui suara untuk tersenyum dan mengucap syukur dalam hati sebagai penutup terapi.

"Biasanya konsultasi dan tindakan terapi ini dilakukan 1,5 jam, untuk pertemuan pertama. Pertemuan berikutnya bisa lebih singkat waktunya. Bahkan bagi sebagian orang, pada pertemuan berikutnya bisa saja teniknya diganti karena kurang tepat," jelasnya.

Hasil akhir yang didapatkan, paling sederhananya adalah aura positif muncul dari dalam diri Anda. Dengan terapi sesuai kebutuhan, dan teknik yang tepat, berbagai masalah perlahan teratasi asalkan klien memiliki keinginan berubah dan memperbaiki keadaan. Lebih sabar, menyelesaikan masalah dengan cepat, sehat lahir batin, merupakan sejumlah dampak yang ditimbulkan dari terapi ini.

Anda ingin merasakan sendiri manfaatnya? Konsultasi lewat ragam teknik self healing masih berlangsung di Namaste Festival 2011 hingga, Minggu, 4 Desember 2011. Biayanya bervariasi mulai Rp 100.000-Rp 500.000. Untuk terapi frekuensi dengan Diddi, siapkan anggaran Rp 250.000 per 30 menit terap

http://female.kompas.com/read/2011/12/03/23290470/Menyembuhkan.Diri.dengan.Terapi.Frekuensi

Tidak ada komentar: