12/23/2010

diDDi AGePhe & Andy Ayunir 11;11 from Duality to Oneness














PERENUNGAN RELIGIUS 11;11.( TEMPO INTERAKTIF)





Jum'at, 12 November 2010 | 17:30 WIB
TEMPO Interaktif Jakarta


Angka 11:11 ini merupakan kode pin untuk masuk dan menyadari keberadaan penonton pada momen terpenting dalam hidup mereka, yakni “saat ini”. Begitulah sebuah tutorial yang menyusup ke telinga penonton yang menghadiri pertunjukan musik Diddi Aghepe dan Andy Ayunir bertajuk “11:11 From Duality To Oneness” di Planetarium Taman Ismail Marzuki Jakarta, tadi malam.
Dengan konsep musik elektronik, keduanya mencoba menghadirkan kesadaran tentang alam semesta. Pemilihan konser yang digelar di Planetarium itu menjadi sebuah imajinasi tersendiri ketika Diddi mencoba menyentuh siklus kelahiran dan kematian planet-planet.
Visualiasi yang disokong oleh Planetarium memunculkan gambar-gambar kosmik luar angkasa yang menggugah. Gugusan bintang, gambaran planet dengan warna merah menyala, memang kerap menjadi “amunisi” dalam konser-konser Diddi. Iringan musik tersebut seolah mengajak penonton untuk mengembara di alam semesta dengan bebas. Lalu, pemikiran penonton pun diajak untuk merenungi kembali kodratnya di bumi dan “pengembaraan” tiap insan, tentang saat ini, esok, dan setelahnya.
Berangkat dari perenungan itu, keduanya menyatu dalam permainan komposisi elektrik dalam bunyi-bunyian kosmik yang syahdu. Mereka mengaitkan antara frekuensi, vibrasi, resonansi, dan kesadaran semesta. Melalui media elekronik seperti I Phone, I Pad, selain tentunya juga peralatan standar seperti Softsynth, digital, Sampler, Workstation, dan Synthesizer itu sendiri.
Diddi punya rumusan tersendiri tentang angka 11:11 yang jatuh pada tahun 2010 ini, dan jam konser 20.10 WIB. Dari penghitungan pitagorasnya, rangkaian angka ini bermuara pada satu hasil akhir yakni angka satu, yang bermakna oneness.
“Munculnya 11:11 menurut sebagian kepercayaan adalah tanda Intervensi Ilahi yang merupakan jembatan antara dualitas dan Singularitas. Dari pikiran dan perasaan menjadi satu keutuhan, yakni sebuah kesadaran tinggi. Dari egosentris menjadi sebuah kesadaran kesatuan,” kata Diddi menjelaskan.
Menurut Diddi, bank memori selular otak manusia selanjutnya diaktifkan untuk sedikit mengingat akan “sesuatu” yang jauh di dalam alam bawah sadar yang sudah lama terlupakan. “Yakni siapa Anda dan alasan apa kehadiran Anda di bumi saat ini, dari mana anda berasal, lalu kemana tujuan Anda setelah kehidupan saat ini,” ujarnya.

AGUSLIA HIDAYAH
http://www.tempointeraktif.com/hg/musik/2010/11/12/brk,20101112-291530,id.html


11:11 Electronic Music Concert




11:11 ini merupakan kode pin
untuk masuk dan menyadari keberadaan anda pada momen
terpenting anda sendiri yakni “saat ini”.

Setiap kali kita melihat angka 11:11, bank memori selular otak kita selanjutnya diaktifkan untuk sedikit mengingat akan “sesuatu” yang jauh di dalam alam bawah sadar yang sudah lama terlupakan. Yakni siapa anda dan alasan apa kehadiran anda di bumi saat ini, dari mana anda berasal, lalu kemana tujuan anda ...setelah kehidupan saat ini.

... Munculnya 11:11 pada jam digital anda , ataupun seringnya anda melihat angka ini adalah konfirmasi kuat bahwa Anda sudah berada di jalur yang tepat, selaras dengan Sang Semesta dan Diri Sejati Anda


11:11 Ketika muncul untuk Anda merupakan tanda, dimana sebuah saluran langsung terbuka antara Anda dan Diri Sejati Anda

Munculnya 11:11 menurut sebagian kepercayaan adalah tanda Intervensi Ilahi yang merupakan jembatan antara dualitas dan Singularitas. Dari pikiran dan perasaan menjadi satu keutuhan yakni sebuah "Kesadaran Tinggi". Dari egosentris menjadi sebuah Kesadaran keSATUan.

2010-20;10
Untuk itulah Dua tokoh terdepan dan aikon musik elektronik Indonesia diDDi AGePhe Andy Ayunir menyatu memainkan beberapa komposisi mereka yang berkaitan dengan Frekuensi,Vibrasi, Resonansi dan Kesadaran Semesta. Mereka diantaranya membawakan komposisi musik melalui media elekronik seperti I Phone, I Pad, selain tentunya juga peralatan standar seperti Softsynth, dIGITAL Sampler, Workstation dan Synthesizer itu sendiri.

Kenapa diadakan pada 11;11 .2010-20:10
Jumlah semua angka diatas bedasarkan Phytagoras adalah
1+1+1+1=4
2+0+1+0+2+0+1+0=6
4+6= 10
1+0=1= Esa=Oneness
=======================================
11:11
is your PIN code to look inside of you and be aware of your own most important
moments of “now.”

Every time we see the numbers 11:11, our brain cellular memory banks turned on
and accessing our subconscious level, where the most important information of
our existence stored. Information on who you really are, where you came from,
the reason of your presence on earth today, and your next destination after this
life time.

The more you see 11:11, regardless of the source, the stronger the message sent
to you that you are now on the right track, aligned with the universe and your
true self. Every time you see 11:11 the line is opening up a direct channel
between you and your true self.

Some believe that 11:11 also the sign of Divine Intervention. The bridge between
duality and singularity. From thoughts and feelings into a wholeness that is a
higher consciousness. From egocentrics to cosmic consciousness.

Year 2010 at 20:10 hour
With the purpose of celebrating this unique important event, two leading
figures, icon of electronic music, diDDi AGePhe and Andy Ayunir will present
their compositions of frequency, resonance and cosmic music. A performance that is uniquely entertaining, featuring the latest popular gadget; iPhone and iPad.
Orchestrated in a very smart way with common electronic equipment like Soft synth, Digital Sampler, Workstation and Synthesizer, a guarantee for amazing sound, music, frequency as modern electronic music, unique place (Planetarium) and spiritual at the same time.
Performance you have never experienced before!


Salam Cahaya

12/22/2010

dIDDi AGePhe, Ciptakan Musik Pencerah Jiwa



Nama aslinya Didi AGP, tapi lebih senang jika ditulis Diddi AGePhe. Dalam sebuah kesempatan, musisi yang dikenal sebagai pelopor musik meditasi Indonesia ini menampilkan suguhan musik baru secara live bertajuk “11.11. from duality to oneness”.

Ini adalah bentuk gebrakan nya terhadap kekuatan bunyi. Malam itu, di Planetarium TIM, Jakarta, Kamis (11/11), Diddi tampil bersama Andi Ayunir menawarkan musik elektronik sebagai media penyembuhan dan spiritual.
Ada 11 komposisi yang ia bawakan melalui media elektronik, seperti i-phone, i-pad, softsynth, digital sampler, workstation, serta synthesizer.
“Ini bagian dari kekuatan bunyi, yang saya yakini, musik bukan hanya hadir untuk hiburan, tapi bisa menyembuhkan orang lewat sentuhan rohani,” ujarnya ditemui seusai pertunjukan. Gubahan musiknya, disebut Diddi, sebagai karya terbaru yang membutuhkan waktu lama dalam proses penggarapan.

Di dalamnya ada beberapa komposisi yang memberi banyak pengetahuan tentang dasar bunyi dan kekuatan frekuensi. Seperti dalam repertoar Big Bang, dia menjelaskan bagaimana bunyi menjadi pertanda kehidupan, seperti saat penciptaan alam semesta yang didahului ledakan atau bunyi tangisan bayi saat lahir.

Demi menikmati musiknya, Diddi kerap meminta audiens menutup telinga dan benar-benar meresapi bunyi, sehingga merasakan frekuensi yang merasuk ke dalam diri.
“Seperti ketika bayi, masih dalam kandungan, kita diperdengarkan suara orang mengaji atau musik klasik, begitu juga bunyibunyi ini, memiliki frekuensi bersifat spiritual dan bisa memperkaya batin,” paparnya.

Urutan komposisi dari awal sampai akhir, disebut Diddi, memiliki muatan dan target masing-masing. Ia menyebutnya sebagai penggalian frekuensi yang bisa digunakan untuk penyembuhan dan pencerahan jiwa. Layaknya motivator, Diddi tidak hanya memainkan musik, tapi juga menggiring audiens dengan kalimat afirmatif. Sebagai sebuah seni pertunjukan, penampilan pria yang sudah mendalami musik meditasi selama 20 tahun ini jelas beda dibanding pertunjukan musik biasa.

Lebih jauh, lulusan IKJ ini menuturkan bahwa pendalamannya terhadap musik elektronik untuk meditasi dan spiritual sudah membuahkan hasil. Beberapa ilmunya ia tuangkan dalam buku, yang salah satunya berjudul The Power of Sound dan menjadi bestseller.
Bersama grup Prabbu Shatmata, Diddi mendalami musik dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sabang sampai Merauke untuk mengenali musik penyembuhan. Sebagai contoh, di Jawa, ada nyanyian atau pengajian untuk tujuan menyambut kelahiran atau panen. “Jika kita memiliki kekayaan bunyi, kenapa tidak digali, sehingga tidak perlu lagi mengimpor lagu dari luar,” ujarnya sambil senyumsenyum.  rai/L-4 

11;11 from Duality to Oneness

2/19/2010

Addie MS komentar soal The POWER Of SOUND

Sudah banyak buku yang diterbitkan di luar negeri yang menjelaskan betapa hebatnya pengaruh musik dalam berbagai aspek kehidupan kita. Terapi musik mulai populer sebagai alternatif cerdas dari cara-cara konvensional lainnya dalam menanggulangi berbagai masalah psikologis dan bahkan fisiologis manusia.

Namun hadirnya buku sejenis dari penulis Indonesia ini merupakan suatu hal yang istimewa dan patut kita apresiasi.Tanpa kita sadari, suara, baik dalam wujudnya yang disebut musik atau bahkan sekedar bunyi, telah sangat mempengaruhi perasaan, semangat, ketenangan dan bahkan detak jantung maupun irama pernafasan kita tanpa pandang bulu. Penonton opera meneteskan airmatanya, saat menikmati drama yang tersaji dalam bahasa yang dia tidak pahami. Burung piaraan riuh berkicau keras saat mendengar dentingan piano. Tanaman philodendron tumbuh lebih kuat setelah sering diperdengarkan musik-musik tertentu.

Penyangkalan terhadap universalitas dan eksistensi olah suara, termasuk nada, irama, timbre dan harmoni beserta pengaruhnya berarti menyia-nyiakan media komunikasi antar makhluk hidup yang sangat efektif.



Buku ini menawarkan solusi dalam meraih keselarasan pikiran, perasaan, serta jiwa dan raga dengan memanfaatkan suara dan teknik meditasi yang dijelaskan dengan menarik. Kemampuannya sebagai komponis membuat Diddi mampu menciptakan karya musik yang memang dibutuhkan untuk meditasi yang disarankannya.
Sebagai salah satu teman Diddi yang mengikuti perjalanan kariernya sejak awal, saya kagum pada pencapaian dan eksplorasinya yang membawanya ke tahap kesadaran untuk berbagi melalui buku ini, sebagai bagian dari hasrat mulianya dalam ikut mewujudkan kedamaian dan kebahagiaan di lingkungan kita.

Addie MS ( Komponis-Konduktor )