11/30/2009

1212 Connection to The Universe

Banyak yang mulai menyadari bahwa segala sesuatu di dunia maupun semesta raya merupakan getaran ( vibrasi) dan masing-masing memiliki tingkatan gelombang (frekuensi) tertentu.

12;12 dalam pemahaman “ new age” memiliki arti
“Connection with The Universe”
Kami hanya menegaskan kembali arti hubungan antara mikrokosmos yang diwakili manusia dan Makrokosmos dalam hal ini semesta dan sang maha sumber,melalui pentas musik yang bertajuk :

’12:12 Connection with The Universe

Berbicara mengenai tata cara mendekatkan diri dan mengenal Sang Maha Kuasa, semua kepercayaan, maupun budaya dan agama melakukannya melalui bunyi dan tentunya memiliki frekuensi. Kegiatan ini memiliki berbagai macam nama dan sebutan. Doa, Mantra, pembacaan Sutra, Dzikir, baik yang terucap ataupun di bathin semuanya memancar dari pikiran dan hati sebagai vibrasi enerji. Vibrasi enerji yang ditujukan kepada Allah SWT, God, Cosmic Master, Gusti Prabbu, Hyang Manon atau apapun kita akrab memanggilNya.
Persamaannya, salah satunya adalah melalui Frekuensi. Percaya atau tidak, memahami atau tidak, setuju ataupun tidak, kita pastilah mengakui bahwa ritual Suara serta frekuensi yang dipancarkan dari kesungguhan, kepercayaan, serta keyakinan kuat memiliki intensitas enerji yang memancar ke semesta dengan kuatnya, dan akan menghantarkan pelaku dan umatnya mencapai kondisi yang diinginkan. Besarnya kandungan enerji (vibrasi) yang dilepaskan –yang terangkum dalam niat, iman dan kepercayaan- yang akan menentukan terciptanya wujud ataupun kondisi. Dengan demikian, meski agama di bumi beragam, namun satu sama lain memiliki inter-konektivitas dalam tataran vibrasi / frekuensi.
Adapun kami memilih manusia sebagai wakil mikrokosmos karena sebagian dari manusia sudah memiliki “kesadaran” akan peran kehadirannya di bumi, yakni sebagai wakil Sang Maha Hidup. Serta sudah semakin banyak pula manusia yang dengan tulus, kasih, serta ikhlas menerima perbedaan pemahaman dan tata cara dalam memuji serta mengenal dan mendekatkan diri kepada Sang Maha Pencipta.
Frekuensi adalah sarana yang menghantarkan kita mengenal diri sejati melalui “inner journey” dan sekaligus mengenal Sang Maha Sumber.
Salam Cahaya
PraBBu ShaTmaTA Light Familly
Konser Meditasi “1212 connection with Universe”
· Konser meditasi ini kental dengan jenis musik ”ETNO TECHNO” dimana diDDi sebagai ikon dan pelopornya.
· Konser ini akan melibatkan beragam elemen bunyi dari lintas agama/ kepercayaan yang membentuk keberagaman Indonesia .
· Interaktivitas dengan penonton. Penonton merupakan bagian aktif yang turut menciptakan suasana. Antara lain :
o Ada pengarahan mengenai metode pelepasan bad vibration ataupun purifikasi diri.
o Menggunakan visualisasi yang diproyeksikan ke dalam layar.
o Pada meditasi gerak, beberapa penari disisipkan diantara penonton umum, untuk menciptakan excitement dan involvement terhadap musiknya, dst.
· Belum banyak yang mengetahui apa itu musik meditasi dan bagaimana mendengarkannya. Dalam konser ini, akan lebih baik jika hadirin dipersilahkan membawa matras meditasi (bantalan kursi)agar hadirin dapat mencoba berdoa, berdzikir, rosario ataupun meditasi dengan nyaman serta damai.
Siapa diDDi AGePhe & PraBBu ShaTmaTA
7222_1164869255401_1637995796_444205_4729586_n
Ensemble Musik meditasi PraBBu ShaTmaTA digagas oleh diDDi AGePhe (Didi AGP) yang dikenal sebagai musisi senior, sekaligus musisi Indonesia pertama yang secara intens melakukan studi/riset mendalam terhadap musik meditasi. Pencariannya diawali sejak tahun 1987hingga kini Diddi makin dikenal melalui komposisi musiknya yang secara khusus dirancang untuk kebutuhan meditasi dengan Affirmasidan Subliminal yang dikenal dengan Brain Wave music. Mendengarkan musik meditasi akan membawa pendengarnya kesebuah perjalanan menuju inti diri sebagai puncak dari perjalanan spiritual.
Keunikan komposisi musik meditasi diDDi AGePhe dapat dirasakan melalui eksplorasinya pada alat-alat musik tradisi Nusantara (Aceh, Minangkabau, Sunda, Jawa & Bali)dan dunia (terutamaAsia: Tibet, China, India), dibalut dengan beberapa frekuensi seperti frekuensi Bumi, frekuensi Udara dan lain lain.
Keseluruhan repertoir yang dimainkan mengambil unsur-unsur alam: air, udara, tanah, dan api sebagai tema dasar. Musik yang disajikan sangat dinamis dan beragam, dalam balutan ethno-techno dipadu unsur jazz dengan harmoni yang amat luas. Dalam konser ini, penonton diajak untuk turut merasakan musik meditasi diluar persepsi umum mengenai meditasi.
Ensemble Musik meditasi ini didukung oleh para seniman lintas genre yang sudah tak asing lagi di dunia seni pertunjukan Indonesia, seperti Bintang Indrianto, musisi jazz/bassis kawakan, Eppi Martison, musisi tradisi multi instrumentalis, Nanang Hape, dalang wayang yang sekaligus dikenal sebagai musisi karawitan, Ammir Aghepe, musisi dan komponis muda berbakat, juga Yuyun, penari bersuara unik yang rajin menyambangi berbagai event musik luar negeri bersama kelompok diskus.

7222_1164869415405_1637995796_444209_3466638_n1Bintang Indrianto

7222_1164869295402_1637995796_444206_4381337_n2 Eppi Martison


YUYUN
yuyun

7222_1164869335403_1637995796_444207_4552147_n1 AmmiR AGhePE

7222_1164875495557_1637995796_444211_8344999_n Nanang HAPE



Musik Meditasi -Apa perlunya?

Hidup ditandai oleh adanya ’bunyi’. Seperti halnya penciptaan alam semesta yang didahului ledakan yang maha dahsyat - lahirnya seorang bayi ditandai pula oleh bunyi tangisan dan degup jantungnya. Kesadaran kita menjelang tidurpun diakhiri dengan menghilangnya suara yang masuk telinga. Juga saat bangun menjelang sadar penuh, diawali oleh datangnya bunyi yang hadir ke telinga kita. Kita sebagai manusia memancarkan vibrasi, resonansi dan frekuensi.
Musik meditasi DiDDi AGePhe adalah olahan dari vibrasi, resonansi dan frekuensi sehingga memiliki kekuatan dan fungsi sebagai penyembuh, penyeimbang dan penyelaras – sound healing
Bagi Diddi Aghepe, musik meditasi sendiri memiliki tiga pengertian :
(1) musik yang diperdengarkan sebagai sarana meditasi ;
(2) musik yang pada proses penciptaan dilakukan selagi bermeditasi (berlaku untuk si komposer musik);
(3) musik yang dimainkan sambil bermeditasi (berlaku untuk para pemain musik)
Pada konser ini, Diddi Aghepe melakukan ketiganya pada komposisi yang berbeda.
Pencerahan melalui subliminal, binaural beat dan frekuensi
Damai sejati dan pencerahan jiwa adalah tujuan yang ingin dicapai dari pertunjukkan musik diDDI AGePhe. Penonton akan diantar menuju kondisi Alfa, Delta dan Theta dengan musik meditasi yang memiliki pengertian berbeda dari pengertian musik meditasi pada umumnya. Bukan semata musik ringan relaksasi namun olahan bunyi, frekuensi, binaural beat dan vibrasi yang membuat otak siap menerima afirmasi dan pesan subliminal sesuai dengan tujuan meditasi yang dilakukan.
Demikian pula halnya dengan berbagai organ tubuh kita, yang sejatinya memiliki frekuensi berbeda dan unik ini, akan ikut terkalibrasi bersamanya. Teknik yang dikenal dengan nama Brainwave entrainment atau Brainwave synchronization. Dalam beragam komposisinya diDDI AGEPhE (DIDI AGP) menggabungkan tekhnik afirmasi ataupun pelepasan melalui Sedona metode, Ho-oponopono, DeepPEAT4, hingga Mijilnya Manunggaling Kawulo Gusti

Selain beberapa komposisi diatas,akan ada bentuk komposisi yang berjalan beriringan dengan pembacaan mantra, sutra ataupun tembang dan suluk serta bentuk dzikir. Namun demikian komposisi tersebut bukan berarti mencampuradukkan seluruh kepercayaan yang ada di Nusantara. Pada pelaksanaannya tiap aliran tetap akan di pentaskan secara terpisah. Hal tersebut diatas kami sadari dan tetap terjaga demi menghormati kepercayaan masing-masing namun secara pasti menghantar pada kedewasaan beragama menuju kecerdasan spiritual.
























Tidak ada komentar: